Jumat, 25 April 2014

Teknik Pencabangan pada VBA Excel

,

Dalam membuat pemrograman, sering ditemukan kasus kasus yang membuat programer harus memilih satu dari dua pilihan atau memilih satu dari berbagai pilihan.
Misalnya untuk menggeser sel ke kiri. Jika dilakukan penggeseran ke kiri terus akan sampai pada sel paling kiri. Kalau dipaksakan juga ke kiri maka akan muncul DEBUG. Oleh karena itu, dalam program tersebut memiliki dua pilihan :
1. Pilihan pertama adalah tetap kekiri jika belum sampai sel paling kiri
2. Pilihan ke dua adalah, berhenti jika berada pada sel paling kiri.

Inilah yang dinamakan pencabangan.
Perhatikan bagan di bawah ini :





Read more

Kamis, 24 April 2014

Pengantar VBA (Visual Basic Application) for MS Excel

,
Seluruh langkah yang dikerjakan dalam Program Microsoft Office, baik MS Word, MS Excel, MS Power Point atau yang lain dapat direkam oleh sebuah failitas Macro. Setelah direkam, maka rekaman ini dapat digunakan kembali cukup dengan menekan tombol control dan sebuah tombol. Selain itu rekaman tersebut dapat digunakan kembali dengan cukup menekan sebuah tombol.
Rekaman ini disimpan dalam sebuah Program yang dinamakan Visual Basic Application (VBA). Program ini sudah include dalam Program Microsoft Office tersebut.
Berikut ini adalah pengantar tentang VBA pada Microsoft Excel.














Read more

Fasilitas Macro pada Microsoft Excel

,
Macro adalah fasilitas yang disediakan oleh Microsoft Office untuk merekam seluruh langkah yang dikerjakan dalam Program Microsoft Office. Rekaman ini dapat diulang ulang jika suatu saat dibutuhkan. Rekaman ini disimpan dalam sebuah Program yang dinamakan Visual Basic Application (VBA).
Berikut ini adalah langkah langkah merekam dengan Fasilitas Macro pada Microsoft Excel.





Read more

Jumat, 18 April 2014

Tahun Depan, Ponsel Wajib Punya Fitur "Kill Switch"

,



 Fitur "kill switch," sebuah sistem yang bisa melumpuhkan operasi telepon seluler (ponsel) dan menghapus data dari jarak jauh, akan berlaku standar pada 2015, demikian dijanjikan para produsen besar di dunia.
Apple, Google, Samsung dan Microsoft, bersama dengan lima operator seluler terbesar di Amerika Serikat, telah menandatangani kesepakatan program sukarela pembuatan fitur itu, menurut pengumuman asosiasi industri seluler CTIA-The Wireless Association.
Fitur ini berguna bagi pemilik untuk melindungi data pribadi saat ponsel dicuri atau hilang.
"Kami menghargai komitmen yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan ini untuk melindungi pengguna ketika ponsel mereka hilang atau dicuri," kata Steve Largent, presiden direktur dan kepala pejabat eksekutif CTIA.
"Fleksibilitas semacam ini memberi konsumen akses ke fitur dan aplikasi terbaik sesuai kebutuhan mereka, dan di waktu yang sama melindungi ponsel mereka serta informasi penting yang ada di dalamnya.”
Selain yang disebutkan di atas, HTC, Motorola, dan Nokia juga sudah meneken kesepakatan, bersama operator-operator besar seperti AT&T, Verizon, T-Mobile, Sprint dan U.S. Cellular.
Fitur ini memungkinkan pemilik untuk menghapus daftar alamat, foto, email dan informasi lain, dan juga mengunci perangkat sehingga ponsel tak bisa dipakai tanpa password.
Aktivasi ulang tak bisa dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik. Data yang hilang juga bisa dipulihkan lagi kalau pemilik menemukan ponselnya.
Di Amerika Serikat, penambahan fitur seperti ini tidak akan dikenakan biaya apa pun.
Penulis: Heru Andriyanto/HA
Sumber:
CNN Money
http://www.beritasatu.com/iptek/178523-tahun-depan-ponsel-wajib-punya-fitur-kill-switch.html


Read more

Sabtu, 22 Februari 2014

Infobank: E-Money Dalam Kacamata Plus-Minus

,

Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi memberi dampak terhadap munculnya inovasi-inovasi baru dalam pembayaran elektronis (Electronic Payment).Pembayaran elektronis yang kita kenal dan sudah ada di Indonesia saat ini antara lain phone banking, internet banking, kartu kredit dan kartu debit/ATM.
Namun kini, telah dikembangkan produk pembayaran elektronis lainnya yang dikenal sebagai Electronic Money (E-Money) di beberapa negara. Alat pembayaran elektronis ini memiliki karakteristiknya berbeda dengan pembayaran elektronis yang telah disebutkan sebelumnya.
Dalam setiap pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan e-money tidak selalu memerlukan proses otorisasi dan tidak terkait secara langsung dengan rekening nasabah di bank. Hal ini lantaran e-money merupakan produk stored value dimana sejumlah nilai monetary value telah terekam dalam alat pembayaran yang digunakan.
Penggunaan e-money pun diklaim bakal memberikan sejumlah manfaat dibandingkan dengan menggunakan uang tunai maupun alat pembayaran non-tunai lainnya. Penggunaan e-money dinilai lebih memberikan kenyamanan dibandingkan uang tunai, khususnya untuk transaksi-transaksi yang bernilai kecil.
Pemilik e-money tersebut tidak perlu mempunyai sejumlah uang pas untuk suatu transaksi atau harus menyimpan uang kembalian. Kesalahan dalam menghitung uang kembalian dari suatu transaksi juga dapat diminimalisir.
Selain itu, nasabah dapat melakukan isi ulang kedalam kartu e-money dari rumah melalui saluran telepon, sehingga mereka tidak perlu mengambil tambahan uang tunai melalui ATM.Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu transaksi dengan e- money jauh lebih singkat dibandingkan transaksi dengan kartu kredit atau kartu debit, karena tidak memerlukan otorisasi on-line, tanda tangan maupun PIN.
E-money memang tidak bertujuan untuk mengganti uang kecil secara total. Ia merupakan salah satu kemudahan dalam bertransaksi yang ditawarkan kepada masyarakat. Dengan e-money, masyarakat untuk melakukan payment, maka mereka tidak perlu lagi membawa uang receh, cukup menyentuhkan e-money pada sensor alatnya.
Meskipun begitu, pada prakteknya sekarang, e-money memiliki kelemahan. E-money yang telah banyak disediakan oleh berbagai operator atau penerbit yang berbeda-beda ini, diantaranya belum ada saling interkoneksi serta belum memperhatikan interoperabilitas.
Oleh sebab itu, menurut Gubernur Bank Indonesia (BI), sinkronisasi penyusunan standar uang elektronik harus segera dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak perlu memiliki e-money banyak untuk bertransaksi.
Di samping itu, e-Money rawan terhadap kejahatan. Pembobolan data dan nilai rupiah dari suatu kartu elektronik semakin hari juga semakin besar. Karena kejahatan berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, sehingga perlindungan terhadap sumber daya teknologi e-Money juga harus terus dikembangkan.
Penggunaan e-money yang tidak menggunakan otorisasi online atau PIN, membuat e-money ini dapat digunakan oleh siapapun. Andai kata e-money tersebut hilang dan ditemukan oleh orang lain, maka si penemu itu bisa bebas menggunakan e-money tersebut tanpa sepengetahuan orang lain.
Sumber :



Read more
 

Komunitas Software Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger